" Bilamana aku hidup di bawah naungan Al Quran , aku melihat tangan Allah sedang menguruskan kehidupanku dengan caranya yang tersendiri " Syed Qutb , Fi Dzilalil Quran
menemui ayat ini seawal usia 15 tahun , semasa usrah mingguan di sekolah dulu
dan hanya difahami ketika umur ini sudah mencecah awal 20-an
Syed Qutb ada akal dan hati yang tajam dalam menilai kehidupan , meneliti penulisannya membuatkan jiwa ini ikut sama menikmati apa yang telah terdahulu dinikmati oleh sahabat r.anhum . Hidup ini jika tidak jelas mula dan akhirnya , hulu dan pangkalnya maka ia menjadi sangat hina . wallahi sangat hina !
sebagainya yang turut digambarkan oleh Syed Qutb " aku melihat mereka seperti kanak kanak kecil yang berseronok dan menikmati mainan " , itulah keindahan bagi kanak kanak kecil . yang kamus kehidupannya belum lagi menjangkau main , tidur dan main semula
kehidupan ini terlalu indah untuk kita pagarkan tempohnya sekadar lahir sehingga mati , bukankah Islam telah meradarkan kita untuk melihat kehidupan dengan dimensi yang super-luas ? kita belum berhenti hidup dek kematian
" dan mereka melihat hari akhirat itu jauh , sedang kami melihatnya sangat dekat "
inilah iman sahabat r.anhum , mereka ada garis masa yang sangat istimewa untuk menilai kehidupan
semua keputusan , tindakan dan gerakan adalah hasil penelitian terhadap garis masa itu . kehidupan bagi mereka adalah dari mula diciptakan hinggalah janji kebahagiaan di syurga yang abadi . mereka sanggup apa sahaja untuk pajakan janji itu
bukankah janji Allah itu mendahului seluruh realiti dan situasi di sekeliling kita ,
" sungguh Allah telah membeli dari seorang mu'min itu , hartanya dan jiwanya kerana untuk mereka itu syurga "
nah , dari sini kita dapat mengerti asbab pergaduhan saeed dengan bapanya , khusaimah
apabila tiba seruan ke medan Badar , Rasulullah hanya membenarnya salah seorang antara mereka berdua untuk menyertai jihad . kemudian berlangsunglah pergaduhan yang panjang , di akhirnya Saeed berkata ; " aku boleh beransur denganmu dalam banyak perkara , kecuali syurga " maka Saeed mendahului bapanya dengan syahid di Badar
Allahumma aku risau jiwa yang lemah ini jadi hanyut dan lupa dengan garis masamu yang mulia ini , di hujungnya ada syurga . Allahumma tetapkan ruh ini , kuatkan 'urwah ini
Aku cuma terlalu mencintai Dakwah dan Tarbiyah
Daruna
1442
21 Julai 2013
menemui ayat ini seawal usia 15 tahun , semasa usrah mingguan di sekolah dulu
dan hanya difahami ketika umur ini sudah mencecah awal 20-an
Syed Qutb ada akal dan hati yang tajam dalam menilai kehidupan , meneliti penulisannya membuatkan jiwa ini ikut sama menikmati apa yang telah terdahulu dinikmati oleh sahabat r.anhum . Hidup ini jika tidak jelas mula dan akhirnya , hulu dan pangkalnya maka ia menjadi sangat hina . wallahi sangat hina !
sebagainya yang turut digambarkan oleh Syed Qutb " aku melihat mereka seperti kanak kanak kecil yang berseronok dan menikmati mainan " , itulah keindahan bagi kanak kanak kecil . yang kamus kehidupannya belum lagi menjangkau main , tidur dan main semula
kehidupan ini terlalu indah untuk kita pagarkan tempohnya sekadar lahir sehingga mati , bukankah Islam telah meradarkan kita untuk melihat kehidupan dengan dimensi yang super-luas ? kita belum berhenti hidup dek kematian
" dan mereka melihat hari akhirat itu jauh , sedang kami melihatnya sangat dekat "
inilah iman sahabat r.anhum , mereka ada garis masa yang sangat istimewa untuk menilai kehidupan
semua keputusan , tindakan dan gerakan adalah hasil penelitian terhadap garis masa itu . kehidupan bagi mereka adalah dari mula diciptakan hinggalah janji kebahagiaan di syurga yang abadi . mereka sanggup apa sahaja untuk pajakan janji itu
bukankah janji Allah itu mendahului seluruh realiti dan situasi di sekeliling kita ,
" sungguh Allah telah membeli dari seorang mu'min itu , hartanya dan jiwanya kerana untuk mereka itu syurga "
nah , dari sini kita dapat mengerti asbab pergaduhan saeed dengan bapanya , khusaimah
apabila tiba seruan ke medan Badar , Rasulullah hanya membenarnya salah seorang antara mereka berdua untuk menyertai jihad . kemudian berlangsunglah pergaduhan yang panjang , di akhirnya Saeed berkata ; " aku boleh beransur denganmu dalam banyak perkara , kecuali syurga " maka Saeed mendahului bapanya dengan syahid di Badar
Allahumma aku risau jiwa yang lemah ini jadi hanyut dan lupa dengan garis masamu yang mulia ini , di hujungnya ada syurga . Allahumma tetapkan ruh ini , kuatkan 'urwah ini
Aku cuma terlalu mencintai Dakwah dan Tarbiyah
Daruna
1442
21 Julai 2013
